Jumat, 22 Juni 2012

PROGRAM TB PARU PUSKESMAS MUARA AMAN


KEGIATAN PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT TB PARU PUSKESMAS MUARA AMAN
 TAHUN 2011


BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
TB Paru ( Tuberkukosis Paru ) merupakan salah satu dari tiga penyakit yang menjadi permasalahan di Indonesia saat ini. dengan menempati urutan ketiga menyebabkan kematian. TBC akan menginfeksi sekitar 160 oarang dari 100.000 penduduk Indonesia, tak terkecuali Bengkulu khususnya wilayah kerja Puskesmas Muara Aman yang memiliki 15522 jiwa penduduk.
Puskesmas Perawatan Muara Aman yang merupakan Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) telah merespon keinginan pemerintah untuk memberantas penyakit TB Paru ini melalui seksi P2M TB Paru yang didukung oleh tenaga Laboratorium dan petugas medik lain ( Perawat dan dokter ) yang sudah mengikuti pelatihan. Pihak Puskesmas telah berupaya untuk menjaring suspek sebanyak – banyaknya, selanjutnya mengobati penderita TB Paru ( BTA Positif dan Rontgen Positif ) yang keseluruhannya dicatat dalam format pencatatan dan pelaporan TB yang ada.
  1. TUJUAN
    1. Tujuan Umum
Mengetahui pelaksanaan kegiatan Program TB Paru di Puskesmas Perawatan Muara Aman di tahun 2011
                  2.   Tujuan Khusus
                                    Unutk melihat :
-          Jumlah saspek yang diperiksa di Puskesmas Muara Aman tahun 2011
-          Proporsi kasus TB PAru BTA Positif diantara suspek yang di periksa
-          Proporsi kasus TB Paru BTA Positif diantara seluruh kasus baru TB PAru
-          Angka Konversi dahak pada akhir tahap intensif
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. SITUASI UMUM
1. Analisis Situasi Umum
Puskesmas Muara Aman merupakan salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Lebong yang terletak di daerah Ibukota Kabupaten yang termasuk diwilayah Kecamatan Lebong Utara.
            Puskesmas Muara Aman merupakan Puskesmas rawat inap, dengan Unit     Gawat Darurat 24 Jam.
2.  Analisis Situasi Wilayah Kerja
            Wilayah kerja Puskesmas Muara Aman melingkupi daerah kota Kecamatan dan daerahnya lembah berbukitan, iklim tropis dengan curah hujan cukup.
    Adapun batas – batas wilayah kerja :
-          Sebelah Utara    : Berbatas dengan wilayah kerja Puskesmas Sekaraja
-          Sebelah Selatan : Berbatas dengan wilayah kerja Puskesmas Taba Atas
-          Sebelah Timur   : Berbatas dengan wilayah kerja Puskesmas Sukaraja
-          Sebelah Barat  : Berbatas dengan Hutan TNKS Kecamatan Lebong Utara   
        Wilayah kerja 11 desa dan 2 kelurahan yang semua wilayah dapat dijangkau dengan kendaraan. Jarak terjauh adalah desa UPT Trans Ladang Palembang dengan jarak ± 6 Km dengan waktu ± 1 jam perjalanan.
                        Adapun 8 Desa dan 2 Kelurahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Desa Kampung Muara Aman
2. Desa kampong Dalam
3. Desa Lokasari
4. Desa Lebong Tambang
5. Desa Ladang Palembang
6. Desa Kampung Gandung
7. Desa Talang Ulu
8. Desa Lebong Donok
9. Kelurahan Pasar Muara Aman
10. Kelurahan Kampung Jawa
11. Kampung gandung
12. Desa Tunggang
13. UPT Ladang Palembang

3. Analisis Kependudukan
        Jumlah Penduduk wilayah kerja Puskesmas Muara Aman pada hasil pendataan bulan Desember tahun 2010 adalah 15.522 jiwa, demgan rincian 7.857 laki – laki dan 7.665 Perempuan. Suku asli adalah Suku Rejang serta pendatang seperti Jawa, Sunda, Minang dan Batak
            4. Analisis Sosial Ekonomi
        Sosial ekonomi diwilayah kerja Pukesmas Muara Aman dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang ada, dan mata pencarharian penduduk sehari – hari beraneka ragam, milai dari Pegawai Negeri Sipil, ABRI, Swasta, Wirausaha, Pedagang, Pensiunan, Polri, serta Petani. Namun disini tidak dapat dijabarkan data secara akurat dikarnakan pada umumnya penduduk berpindah – pindah.

B. Data Dasar P2TB Puskesmas Perawatan Muara Aman
            Data dasar P2TB merupakan Jumlah target pencapaian kegiatan pada tahun 2011
Tabel 2.1
Data dasar pencapaian target

JUMLAH PENDUDUK
TARGET SUSPEK
TARGET
BTA POSITIF
JUMLAH DOKTER
JUMLAH PETUGAS
Dilatih
Belum Dilatih
15.522
240
24
1
1
1
           



C. DATA LOGISTIK
o   Mikroskop                         : 1 buah Binokuler
o   Reagent                             : Lengkap
o   Pot Sputum                       : Cukup
o   Slide                                  : Cukup
o   OAT ( KAT 1, 2, 3 )         : Stok ada
o   Proses pembuangan pot sputum bekas langsung dibungkus denga kertas dan dibuang di tempat sampah dan di baker.
                        :          
D. ALUR PENGOBATAN P2TB DI PUSKESMAS PERAWATAN  MUARA AMAN
Penderita datang
 
 

                       
Laboratorium
 
Poli umum
 
Petugas P2TB
 
Poli Umum
 
Loket
 
                                                                                                                                 
















BAB III
KEGIATAN PROGRAM

A. Penemuan Penderita.
            Penemuan kasus baru TBC BTA Positif dan TBC BTA Negatif Rontgen Positif di Puskesmas Perawatan Muara Aman
Tabel 3.1
Penemuan Penderita
NO
TRIWULAN
SUSPEK
BTA POSITIF
BTA NEGATIF, RONTGEN POSITIF
1
I
108
12
1
2
II
135
15
0
3
III
130
16
0
4
IV
130
13
0
JUMLAH
503
56
1
                        Dari table 3.1 terdapat     orang suspek yang diperiksa terdiri dari    orang yang menderita TB Paru BTA Positif dan    orang BTA Negatif dengan Rontgen Positif

Table 3.2
Kegiatan Penemuan Penderita TB Paru
Tahun 2010
No
Triwulan
Suspek
Tbc paru BTA (+)
BTA (-)
Ro (+)
Ex. Paru
Total
Baru
Kambuh
1
I
108
9
2
1
1

2
II
135
11
4
0
0

3
III
130
15
1
0
0

4
IV
130
12
1
0
0


Total
507
47
8
1
1

            Dari table diatas tergambar pada triwulan I terdapat 116 suspek terdiri dari    orang penderita baru denga BTA Positif dan    orang BTA Negatif dengan Rontgen Positif dengan total pasien diobati    Orang. Dari tabel diatas juga tergambar pada triwulan II terdapat    suspek terdiri dari   orang penderita baru dengan BTA Positif dan   orang penderita BTA Negatif,  orang kambuh, dan  orang dengan Rontgen Positif dengan total pasien di obati   orang. Pada triwulan III terdapat     suspek terdiri dari    orang penderita baru dengan BTA Positif,   orang dengan pasien kambuh dan   orang penderita BTA Negatif deng Rontgen Positif dengan total pasien diobati       orang. Jadi pada tahun 2010 terdapat jumlah suspek sebanyak     orang, yang terdiri dari pasien baru dengan BTA Positif sebanyak    orang, kambuh   orang, dan penderita BTA Negatif Rontgen Positif sebanyak     oaring. Jadi jumlah pasien yang diobati pada tahun 2010 sebanyak    orang.

B. Angka Konversi
Tabel 3.3
Hasil Konversi Dahak Dari Penderita Yang Ditemukan Dalam Tahun 2010

NO
TRIWULAN
PENDERITA BARU
BTA (+)
PENDERITA KAMBUH
BTA (+)
Yang Diobati
Konversi
Yang Diobti
Konversi
1
I
9
9
2
2
2
II
11
11
4
4
3
III
15
15
1
1
4
IV
12
12
1
1
TOTAL
47
47
8
8



C.    Evaluasi Akhir Pengobatan
Tabel 3.4
Evaluasi Akhir Pengobatan Pada Tahun 2010
No
Triwulan
Yang Diobati
Sembuh
Peng. Lengkap
Meninggal
Gagal
Drop Out
Pindah
1
I
13
10
1
2
0
0
0
2
II
15
13
0
2
0
0
0
3
III
16
11
0
4
0
0
1
4
IV
13
8
0
5
0
0
0
Total
57
43
1
13
0
0
1











D. Analisa Indikator
     1.    Perkiraan BTA Positif
Perkiraan jumlah suspek di Sumatera 160/ 100.000 penduduk  dikalikan  dengan jumlah penduduk:

                        160        X 15 522 =  25 Orang          
                     100.000
             Perkiraan Suspek 1 : 10 = 25 x 10 = 250 Orang
2. Proporsi Suspek yang diperiksa dibandingkan dengan jumlah suspek yang diperkirakan:

X  100 %
 
                                       Jumlah yang diperiksa
                              Perkiraan Jumlah suspek yang ada

X  100  = 201 %
 
                              503
                              250
3.      Proporsi Penderita TB BTA (+) diantara suspek
X  100 %
 
            Jumlah Penderita BTA (+)     
Jumlah seluruh suspek yang diperiksa
X  100 % = 11 %
 
                                  56
                                 503
4. Proporsi penderita TBC Paru BTA (+) diantara semua penderita TBC Paru yang tercatat
X  100 %
 
              Jumlah penderita BTA (+)
Jumlah semua penderita TBC yang tercatat
                                                                                                                                 
X  100  % = 98 %
 
                                    56       
56     1


5. Angka Konversi
X  100  %
 
   Jumlah penderita BTA (+) yang konversi
Jumlah penderita baru BTA (+) yang diobati

X  100  % = 100 %
 
56
56
                                                                                                                                 
4.                           Angka kesembuhan
X  100  %
 
            Jumlah penderita BTA (+) yang sembuh       
            Jumlah penderita BTA (+() yang diobati
X  100  %  = 76 %
 
43
56
5.                           Pasien meninggal
X  100  %
 
 Jumlah pasien meninggal
Jumlah pasien BTA di obati
X  100  % = 23 %
 
                                    13
                                    56
6.                           Pasien pengobatan lengkap ( BTA negative Rontgen positif )
X  100  %
 
        Pasien yang diobati
  Jumlah seluruh  pasien yang diobati (BTA POSITIF + RONTGEN POSITIF)
X  100  %  = 2  %
 
                                    1
                                   57

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar